Skip to main content

ADAB MENUNTUT ILMU

Meteri pertama dalam matrikulasi IIP kali ini adalah Adab menuntut ilmu.
Sebelum menuntut ilmu, harus tau adabnya dulu. Dari awal harus diniatkan “mencari ilmu untuk bisa diamalkan”. Karena ilmu adalah prasyarat sebuah amal, maka adab adalah hal yang paling didahulukan sebelum ilmu. Adab adalah pembuka pintu ilmu bagi yang ingin mencarinya. Adab tidak bisa diajarkan, adab hanya bisa ditularkan melalui contoh.

ADAB TERHADAP DIRI SENDIRI
Dalam menuntut ilmu, ada adabnya untuk diri sendiri, supaya apa? Supaya ilmunya bisa bermanfaat dan barokah. Bisa jadi penerang bagi kehidupannya.

Pertama, yang harus dilakukan adalah, membersihkan jiwa dari hal-hal buruk. Ibaratnya Ilmu itu adalah cahaya, bayangkan jika cahaya disorotkan ke gelas yang keruh, apakah akan menembus sampai ke dalam dan masih bisa menerangi sisi lainnya? Ngga kan?. Maka dari itu pentingnya pembersihan jiwa sebelum menuntut ilmu.

Kedua, Bersungguh-sungguh. Hadir tepat waktu, agar tidak menerima materi setengah-setengah. Duduk paling depan, agar materi yang diterima dapat didengar dengan jelas.

Ketiga, Menghindari sifat “merasa” sudah lebih baik/paham. Ada baiknya ketika menuntut ilmu, ibaratkan gelas yang kosong siap untuk diisi dengan air. Atau kalau udah berisi, pasang filter atau sedia gula, supaya ilmu yang akan diserap bisa tetap baik dan manis terasa. Tsah…

Keempat, FOKUS. Fokus cuy..Caranya dengan apa? Terus diulang-ulang, ditulis, bikin catatan penting, terus aja ulangi sampai bener-bener paham.

ADAB TERHADAP GURU
Harus bisa mengagungkan guru, hormat. Tidak memotong penjelasan dari guru, harus tau adabnya jika ingin bertanya ataupun menanggapi. Minta izin jika ilmunya mau kita sebarluaskan, jangan lupa cantumkan sumber ilmunya. Dalam islam, harus jelas sanadnya/sandaran ilmu/gurunya.

ADAB KEPADA SUMBER ILMU
Cek, kroscek kebenaran sumber ilmu. Tidak boleh plagiat. Harus selalu mencantumkan sumbernya dari mana, siapa penulisnya. 

Setelah mendapatkan materi tentang adab mencari ilmu, saya akan coba fokus menulis tentang ilmu yang sedang saya pelajari saat ini. Mungkin saya akan coba ilmu tentang kehidupan berumah tangga (Perenting, bagaimana caranya jadi ibu yang sehat jiwa dan raga, relationship, tips trik kegiatan-kegiatan kerumahtanggaan, Pendidikan anak). 

Kenapa saya memilih menekuni ilmu tersebut? Karena yang saat ini saya jalani ya ilmu-ilmu tersebut. Saya sudah mencoba belajar dan menjalaninya, Insya Allah semua cerita atau sharing tentang materi-meteri tersebut berdasarkan pengalaman.

Selama berumah tangga, saya memiliki beberapa strategi dalam menuntut ilmu kerumahtanggaan. Diantaranya, selalu mengambil hikmah dari setiap masalah yang dihadapi selama berumah tangga. Memperbanyak membaca buku yang berkaitan dengan ilmu yang sedang dipelajari. Sharing dengan teman-teman yang senasib sepenangungan, mengikuti beberapa komunitas yang mendukung dan memiliki visi misi yang sama dan belajar melalui pakarnya dengan mengikuti kulwap, seminar maupun training.


Kalau dikaitkan dengan adab menuntut ilmu yang saya pelajari di materi matrikulasi saat ini. Saya banyak belajar melalui proses. Dari meteri-meteri yang dijelaskan diatas, saya pernah mengalami gagal-gagalnya. Pengalaman memang guru terbaik. Semakin kesini, saya semakin menghargai setiap pendapat orang, mengecek kembali setiap informasi yang saya dapatkan, selalu terbuka terhadap masukan dan ilmu baru yang akan saya dapatkan dan lebih selektif dalam mencari guru. Karena manusia ini dari awal penciptaanya dalam kondisi fitrah (suci/baik), saya berusaha mencari sesuatu yang tidak merusak fitrahnya manusia.


#NHW1
#Week1
#MatrikulasiBatch#5
#AdabMenuntutIlmu

Comments

Popular posts from this blog

Pengalaman kerja, bikin usaha, hingga akhirnya jadi full di rumah

Dulu sebelum nikah pengennya sih kerja kantoran, ga mau ngajar sama sekali. Soalnya suara saya kecil, ga pinter merangkai kata-kata, ga pinter ngejalasin sesuatu ke orang-orang. Kalau modal tampil doang di depan sih pede-pede aja. :p
Setelah nikah, semua berubah. Saya nikah ketika masih PPL di SMALUCI (SMA Negeri 3 Cimahi). Awal-awal nikah, saya LDM-an sama suami. Suami penempatan PNS Guru pertamanya di SMK Negeri 1 Indralaya, Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Karena ini adalah SMK rintisan, jadi masih banyak sekali yang harus di bangun dari awal dan masih membutuhkan banyak pengajar. Sebelum saya lulus, suami udah bilang ke saya kalau sekolah tempat beliau ngajar membutuhkan guru IPA. Dan suami pun menginginkan saya ngehonor di sekolahnya tersebut. Alhasil, setelah sidang saya langsung diboyong sama suami ke Indralaya. Dengan alasan karena sekolah ini lagi butuh banget pengajar IPA.
Setelah beberapa bulan ngajar di Indralaya, saya merasakan juga kerja sebulan yang dibayar hanya 1 minggu. Ama…

Positive Vibes (Versi Saya)

Kepikiran bikin tulisan ini karena beberapa minggu yang lalu pas saya share tentang parenting di IG Story, adik ipar bilang, "Positive vibes banget sih teh". Terus saya googling deh, apa itu positive vibes.
Hasil Googling, Vibes itu seprti kata, perasaan atau tindakan yang bisa menular, seperti energi gitu. Positive Vibes artinya energi positif. Apapun yang positif-positif, termasuk positif hamil. Hehehe.
Gimana sih caranya supaya jadi positive vibes di media sosial. Kalau menurut versi saya, ada beberapa yang harus dipertimbangkan sebelum share sesuatu. Supaya yang di share itu yang baik-baik aja yang keluar.
Hal-hal yang biasa saya lakukan : 1. Menyiksa diri sendiri, hehe. Maksudnya kalau ada galau-galau apa lah. Dipikirin dulu sama diri sendiri sebelum di share ke media sosial. Untuk nahan supaya ga kesel-kesel kasar yang keluar, itu kan sakit ya. Bikin mood ga bagus, bikin pikiran ga karuan. Dan mungkin bisa bikin dosa tambah banyak kalau share galau-galau tanpa difilter dulu…

Sekolah untuk Giska

Bulan Januari Tahun 2016. Tinggal di Pakusarakan. Giska Usia 5 tahun 8 bulan, Gia Usia 2 tahun dan Bayu 8 bulan.
Karena Giska udah minta sekolah, akhirnya saya memilih sekolah yang waktunya ga full. Namanya Bimba AIUEO, bukan sekolah mungkin ya, tapi bimbingan belajar. Alasannya memilih masuk Bimba : karena waktu sekolahnya hanya 1 minggu 3 kali, Jam masuknya hanya 1-2 jam, kepala sekolahnya dan pengajarnya saudara sendiri (bibi saya). Jika sewaktu-waktu harus bawa adik-adiknya Giska, ga terlalu segan dan bisa mampir ke rumah yayang (nenek) nya anak-anak. Dan yang paling penting, saya tau metode belajar yang digunakan oleh bibi saya, tidak pressure anak-anak. Sangat memperhatikan mood dan psikologis anak.
Selama di Bimba, Giska lumayan enjoy. Tapi seringnnya sih moody, hehe. Karena mungikin masih masanya eksplore dan main-main aja. Jadinya tulisan di rapot Bimbanya tentang menumbuhkan minat bacanya, sabar ya mama, tetap semangat ya Giska. Gitu aja terus tiap bulan, hehe. Sampai pada akh…